Still… (6)

Episode 5


 

Enam bulan telah berlalu semenjak Emika-san dan diriku bertemu satu sama lain. Emika-san juga semakin bersinar seiring berjalannya waktu. Tak terasa pula, hubunganku dengan Emika-san juga semakin dekat.

Kami sering bertemu satu sama lain. Kami sering bercanda ria dan mengungkapkan isi hati dan pikiran masing-masing. Di saat seorang mengalami keberhasilan, kami saling memberi ucapan selamat. Di saat seorang mengalami kegagalan, kami saling menghibur. Kami selalu memberi semangat, dan kami selalu melakukan yang terbaik.

Namun, ada suatu hal yang mengganjal di pikiranku. Seperti ada sesuatu yang menggangguku, entah apa itu. Rasanya seperti… Aku telah melupakan sesuatu. Tapi saat kucoba mengingatnya, sia-sia saja. Aku tidak bisa memastikan perasaan apa yang menghantui diriku. Dan perasaan itu kudapat saat aku bersama Emika-san.

***

“Ini adalah kesempatan bagimu. Kau sudah selangkah lebih maju.”

“Terima kasih.” Emika-san meneguk minuman favoritnya, secangkir espresso panas selalu menjadi pilihannya di cafe manapun.

“Kau akan datang, kan? Tomoya-san.”

“Tentu saja, lagipula aku dimintai Maruyama-san untuk meliput acara itu.”

“Kalau begitu, semoga berhasil.”

Aku tertawa kecil menanggapinya. “Kau juga.”

***

Aku dan para staff Maruyama, sudah berada di Conrad, sebuah hotel berbintang lima yang berlokasi tidak jauh dari pusat keramaian Stasiun Yurikamome Shiodome, Tokyo. Hotel Conrad mengadakan sebuah pagelaran fashion show besar-besaran, yang dihadiri oleh beberapa pengamat fashion ternama.

Kami segera menuju tempat yang sudah ditentukan, dan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Ruangan dipenuhi oleh penonton yang mereka semua tampaknya begitu profesional.

Sebenarnya, aku sangat menantikan hari ini. Aku tidak sabar ingin menyaksikan secara langsung Emika-san mengenakan pakaian mahal karya designer terkenal. Seperti apakah dirinya nanti? Apakah ia akan menyadari kehadiranku di sini? Ah, tidak. Lebih baik ia fokus pada pekerjaannya. Aku justru berdebar-debar menantikannya. Semoga saja Emika-san bisa menjalani hari ini dengan mulus.

Beberapa menit kemudian, acara dimulai. Segera, aku pun melakukan tugasku. Para model berlenggak-lenggok dan berpose di atas panggung. Aku mulai memotret setiap peristiwa yang ada, dengan penuh kesabaran dan konsentrasi.

Lalu, tampaklah seorang model yang begitu cantik dengan rambutnya yang digerai dan mengenakan dress berwarna jingga yang hampir selutut panjangnya. Ya, ialah Chikafuji Emika, seorang model amatir yang sedang berjuang menggapai mimpinya untuk menjadi model internasional. Ia berpose dan berlenggak-lenggok di atas panggung. Kulitnya yang cerah dan gaunnya yang indah, membuatnya terlihat seperti seekor ikan mas yang berenang-renang ria di kolam yang jernih.

Suasana begitu meriah saat itu, hingga beberapa detik kemudian… suatu hal yang tidak diinginkan telah terjadi.

***

“Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja, kan?”

“Ya, aku baik-baik saja.”

“Kau yakin aku tidak perlu ke sana?”

“Tidak usah mengkhawatirkanku. Lagipula kau sibuk kan? Lebih baik kau memikirkan dirimu sendiri.”

Malam itu, terjadi suatu hal yang buruk di hotel Conrad. Ketika Emika-san bergaya catwalk dengan begitu percaya diri, ia justru mendapat rasa malu pada akhirnya. Tanpa sadar kakinya tergelincir hingga tubuhnya terjatuh keluar panggung, dan kepalanya terbentur. Saat itu seisi ruangan menjadi panik. Untung saja, tidak ada luka serius yang diakibatkan benturan itu. Namun yang kukhawatirkan adalah, kehidupan setelahnya.

Aku khawatir jika Emika-san merasa dirinya ditertawakan, sehingga putus asa dan tidak ingin melanjutkan karirnya. Ah, sebaiknya aku tidak berpikir demikian. Yang perlu kulakukan hanyalah membuatnya yakin bahwa ia berbakat, dan akhirnya ia akan bangkit. Lagipula itu hanya kecelakaan, tidak lebih. Kecelakaan tidak akan membuat reputasinya hancur.

Sekarang ia sedang beristirahat di rumahnya. Aku sangat ingin menjenguknya, tetapi ia menolak. Ia ingin sendirian untuk sementara waktu. Kini, aku sedang mendengarkan suaranya melalui ponselku.

“Kalau begitu, hubungi aku jika butuh sesuatu. Semoga lekas sembuh, dan kembalilah ke atas panggung untuk membuat semua orang terpukau.”

 


Horeee~ akhirnya bisa blogging seperti dulu lagi T.T *terharu*

Akhir dari episode 5. Mohon tinggalkan kritik, saran, atau lainnya ^-^ Terima kasih banyak~

Advertisements

8 thoughts on “Still… (6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s