Curhat Masalah WordPress #1

Tadaima! Maaf baru bisa aktif sekarang karena setelah UKK berakhir, Neko masih harus membuat laporan dan sebagainya. Tapi yokatta sekarang tulisan ini bisa nongol lagi di halaman web ini, hohoho…

Ada yang mau kusampaikan. Setelah membaca post tentang cara disukai blogger lain dari blognya kak Shiq4, Neko memutuskan untuk menjadi diri sendiri 😂 Kalau menurut dari apa yang telah kubaca dari artikel tersebut, “menampakkan diri” terdengar seperti “menjadi diri sendiri” bagiku. Karena ya, selama ini aku menyembunyikan karakter asli dari diriku sendiri ketika tulisanku muncul di blog. Jadi selama menulis, aku… ano… memakai bahasa yang berbeda dari yang kupakai biasanya. Ah itu menurut pemahamanku ya, entah juga kalau ternyata artikelnya mau menyampaikan maksud yang berbeda hehe…

Sebenarnya aku bermasalah dengan pemakaian kata ganti, tentang memakai ‘saya’, ‘aku’, atau ‘gue’, manakah yang lebih nyaman dibaca. Dan… lebih nyaman kutulis. Kalau sebelum-sebelumnya Neko pakai ‘gw’, mulai kali ini Neko akan pakai ‘aku’. Nggak tahu juga sih kenapa dulu pinginnya pakai ‘gw’ 😂 Ya… masalahku ini seperti yang pernah dibahas salah satu post di blognya kak Firman.

Neko juga suka pakai emotikon yang nggak penting 😂 (seperti sekarang ini).

Nah sebenarnya yang mau aku bahas kali ini… apa ya :v (bingung sendiri) ini seperti yang aku alami ketika menghadapi blogger lain di WordPress. Ahh bingung jelasinnya >,< ya udah deh lanjut aja daripada minasan ikutan bingung 😅

  1. Kasih komentar nggak ya?

Aku masih pemula, benar-benar masih pemula. Kadang aku masih bingung menyesuaikan isi post dengan pembaca yang biasa berkunjung. Karena yang biasa berkunjung ke blog ini adalah mereka yang sudah memiliki blog selama beberapa tahun lamanya. Ya, aku pernah cerita. Minasan, kalian ini… Tampak begitu profesional di mataku!! (hey, biasa aja ngetiknya -_-)

Aku suka membaca tulisan kalian. Dengan senang hati aku mau mendapat pengetahuan baru. Tapi… Bahasanya itu lho, “pro” banget! Masalahnya adalah… Terkadang aku nggak ngerti apa yang ditulis di artikel itu… Benar-benar memalukan :v Jadi kalau mau mengisi kolom komentar kadang nggak tahu juga mau nulis apaan karena nggak paham… Biasanya cuma mencet like button :v Takut salah komentar

  1. Itu apaan sih??

“Pengguna WordPress tapi nggak ngerti apa-apa tentang WordPress”, itu kalimat yang pas buatku. Aku masih perlu belajar banyak tentang WordPress. Aku bahkan nggak ngerti istilah-istilah yang biasa disebut oleh blogger lain. Nggak tahu ini lah, itu lah, pokoknya… aku masih butuh belajar.

Buruk sekali -_-

  1. Reply nggak ya?

Ini juga mirip-mirip sama 2 masalah di atas. Terkadang komentar yang kudapat bahasanya terlalu “pro” sampai-sampai aku bingung mau jawab apa. Jadi, instead of reply to them aku Cuma mencet like. Kalau sudah begini mah gawat, ntar dikira nggak ramah lagi 😭

  1. Yamete kudasai yo~

Ada suka dan duka punya blog di WordPress. Sukanya waktu post yang kubagikan dibaca, walau nggak dapat like nggak masalah. Tapi yang aku nggak suka adalah, kalau dapat like tapi postnya nggak dibaca -_- Minasan, paham nggak maksudku?

Neko pernah dapat spam like beberapa kali, entah itu post atau komentar. Dan jujur, aku benci itu. Ada beberapa (atau bahkan semua) post yang kupublikasikan mendapat like dalam sekejap dari orang yang sama. Itu sangat memuakkan, aku justru nggak menyukainya. Aku bahkan lebih suka kalau pembaca hanya menekan like button jika mereka suka aja dengan tulisanku, kalau nggak suka, nggak masalah nggak mencet like button-nya. Aku lebih baik begitu. Daripada mendapat banyak like dari orang yang sama untuk sekadar mendapat follower, HAHAHA!! Jangan harap.

Jahatkah Neko? :v

Sekiranya, itulah beberapa masalah ketika berhadapan dengan blogger lain (well, untuk saat ini). Kalau boleh jujur, selain sekadar membaca tulisan dari minasan, aku sangat ingin berinteraksi dengan kalian. Kalau boleh jujur, selain aku menganggap minasan sebagai pembaca, aku juga menganggap sebagai teman (ya walaupun kalian nggak menganggapku teman :v).

Kalau ada yang mau ngobrol denganku, Neko bisa berikan pin BB ^-^ Aku pernah suatu hari aku berkomentar di blog yang kuikuti, karena kebanyakan ngobrol dia memberiku pin bbnya 😄

Kalau gitu, aku akan berikan di kolom komentar jika ada minta aja 😊 atau kalau nggak ya e-mail, atau apalah, karena aku sangat ingin berteman dengan minasan.

Oke, sekian postnya. Sampai jumpa lagi!

Advertisements

31 thoughts on “Curhat Masalah WordPress #1

  1. Sebenarnya kita sama-sama bukan bloger pro, bedanya mungkin blogku lebih tua usianya.
    Permasalahan-permasalahan di atas juga sering kualami.
    Tapi menurutku kalau ada yang komen di postingan kita sebaiknya dibalas, soalnya kemungkinan besar orang tsb akan males komen lagi kalau dicuekin.

    Thanks ya atas backlink-nya, hehehehe

    Liked by 1 person

    • Iya, itu menurut pandanganku 😂 memang udh berapa tahun gan?
      Klo komentar memang sebisa mungkin aku jwb, tp klo nggak ngerti harus jwb apa trus hanya ngetik ”iya” atau ”hehe” kira2 masalah nggak ya? 😂
      Sama2 😊

      Liked by 1 person

      • Baru 1 setengah tahunan bikin blog tapi baru dapet follower pertama 7-8 bulan yang lalu akibat tidak kenal siapa-siapa.

        Nggak papa sih, yang penting dibalas, soalnya aku sendiri kalau komen nggak dibalas suka mikir, “Wah kayaknya bloger ini nggak mengharapkan komen dariku, apa ada yang salah ya dengan komenku?” Besok-besoknya cenderung ragu untuk ngasih komen lagi. 😀

        Liked by 1 person

  2. Saya juga masih newbie nih di wordpress,sebelumnya saya main blog ponsel mywapblog.Disana kebanyakan pengguna hanya orang yang sekedar ingin punya blog dan belajar ngeblog.Sempat kaget pas awal-awal mencoba berinteraksi dengan pengguna wordpress lain,karena kebanyakan memang udah pro tulisannya.Malu dengan tulisan sendiri yang masih dangkal sekali.Selebihnya saya juga mengalami permasalahan yang seperti anda alami..hhee

    Liked by 1 person

  3. Tenang saja, nanti lama2 juga ngerti sendiri kok.

    Oh ya klo komentar nggak usah memaksakan diri. Komen saja pas pingin komen, kan klo sudah ngelike bloger lain juga tahu kok klo udah baca.

    Trusbalas komentar kayaknya perlu deh. Dulu saya juga nggak tahu sehingga nggak balas komen. Tapi setelah membalas komentar jumlah komentar semakin,bertambah banyak.

    Liked by 2 people

  4. Neko saya pun begitu sama, dihari-hari sebelumnya postingan saya sering menggunakan kata “gua” tapi sekarang pake “saya” dan kadang pake “aku” gimana model penulisan nya, tapi biarlah, biarlah semua mengalir apa adanya, toh itu sebenernya sebuah simbol bahwa kita punya progress baik dari setiap sisi ke sisi yang lain, sayapun masih newbie sangat newbie tanyain yang lain dah dan sama saya juga suka ke jepang2an sama kaya neko ini:)

    Liked by 1 person

  5. Klo sy setiap sy komen pasti udah sya baca post. Nah, klo ngelike biasanya sy jg lkukan, tp stlh sy bca.

    Utk blog yg sy ikuti, sbisa mungkin sy sllu komen atau meningglkan jejak, ini komitmen sy sendiri, jd gak mutlak diikuti, 😂

    Yg psti klo mau rame ngeblog itu ya kudu dilakukan bareng2, jngn sendirian. Saling komen itu baik.

    Oya, sy blm smpe stahun loh ngeblog di wordpress, bru skitr 7 blnan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s